Saya bukanlah Rudi Choiruddin yang luwes meracik makanan dari berbagai bahan yang keliahatannya tidak perlu menjadi sangat perlu dan menarik untuk di santap.
Saya hanyalah seorang penikmat makan, yang kalau sudah masuk area dapur harus menghasilkan sesuatu untuk dimasukan ke dalam perut alias wajib makan!
Sering, begitu masuk area jajahan, tidak ada sesuatu yang bisa dimakan. Kecewa? Tentunya. Solusinya? Sesuai dengan prinsip awal, masuk = hasil.
Saya pun mulai sering mencoba kreasi masakan sendiri demi kenyamanan perut dan prinsip.
Yang jadi masalah, karena jarang ke dapur untuk berkreasi otomatis ada beberapa isi dapur yang masih terasa asing. Apalagi beberapa bumbu dapur, walau namanya beda tapi bentuknya nyaris mirip. Hasilnya? Saya pun sering salah :
Salah 1
Kejadiannya baru beberapa minggu lalu, niatnya mau bikin telur dadar. Persiapan yang dilakukan pertama ambil telor satu butir. Pecah dan campurkan dengan daun bawang yang sudah digoreng terlebih dahulu. Sebelum dikocok, tambahkan sedikit garam. Setelah itu telur dikocok merata dan di goreng diatas wajan dengan suhu api yang cukup.
Karena agak bingung akhirnya saya asal aja. Setelah cukup garing, saya tiriskan dan siapkan nasi untuk kemudian disantap selagi hangat bersama sambel bacem yang selalu siap di meja makan.
Suapan pertama masih belum terasa ada yang aneh. Mungkin karena terlalu lapar sehingga semua terasa enak. Baru memasuki suapan kelima ada yang aneh. Rasa telur agak manis. Nggak ada rasa asin sama sekali. Padahal sudah saya taburi garam cukup banyak.
Setelah hampir habis, keanehan semakin menjadi. Rasa manisnya semakin kuat. Akhirnya saya stop acara makan, bergegas ke dapur dan langsung mengecek.
Di rak dapur ada tiga item yang mirip. Semuanya berwarna putih dengan tekstur berbentuk butiran halus.Tiga item tadi saya bandingin. Saya teliti dengan seksama. Apa keanehan dari ketiganya.
Lama saya teliti ternyata saya tidak cukup pintar untuk menemukan perbedaan keduanya. Akhirnya solusi bijak, tanya emak apa nama ketiga serbuk putih yang mengacaukan acara makan saya.
“Ini garam, ini micin, ini pemanis pengganti gula untuk bikin es.” Ough?!!! Baru saya bisa tebak ternyata yang saya campurkan ke telur tadi adalah pemanis bukannya garam.
Salah 2
Saya heran, tiap masak emak sepertinya selalu memasukan unsur laos ataupun jahe ke dalamnya. Memang rasa masakan lebih sedap tapi akibatnya juga maknyusss.
Pernah pas lagi laper – lapernya, emak masak cumi. Cuminya kecil – kecil, jadi tanpa harus dipotong langsung dimasak. Cumi kecil kalau dimasak langsung tanpa harus dipotong rasanya lebih nikmat, rasa daging cumi yang empuk bakal terasa asoy di tiap gigitannya.
Lagi enak – enaknya makan, tiba – tiba lidah merasakan sesuatu yang aneh. Bukan rasa cumi kenyal tapi rasa Jahe. Dan benar saja, yang saya makan itu ternyata ranjau biadab yang menyerupai cumi….
Salah 3
Udah lama banget kejadiannya. Agak lupa sih, tapi sepertinya awal – awal masuk SD. Dulu, kebiasaan yang saya lakukan tiap bangun tidur adalah membuka lemari makan dan minum teh yang sudah disediakan emak di gelas kecil.
Seperti hari itu juga. Buka lemari, ambil teh, langsung minum. Glek glek …. Belum sampai setengah gelas langsung saya muntahkan lagi.
Emak yang sedang di dapur kaget dan langsung teriak “Jangan diminum itu minyak goreng!” Ah, telat mak.....
Sejak saat itu tiap minum teh di gelas kecil saya langsung eneq dan ingin muntah. Ingat kejadian beberapa tahun lalu.
Sunday, July 27, 2008
Dapur
Diposting oleh mickey di 10:23 PM 2 komentar
Madura dan Sarung
Adakah korelasi keduanya? Secara langsung mungkin tidak. Madura bukanlah daerah penghasil sarung. Jangankan sarung, membuat taplak meja aja belum tentu bisa ^_^
Tapi kalau dilihat dari sisi pemakai, Madura boleh diadu. Mayoritas penduduknya sarung mania. Tiap orang pasti punya lebih dari satu sarung. Mulai jenis sarung termurah sampai termahal. Pangsa sarung di Madura pun sangat prospektif dan variatif.
Sarung bukan hanya digunakan untuk shalat. Duduk – duduk di rumah, dijalan, bertamu ke tetangga, hampir di semua aktifitas yang dilakukan, orang Madura selalu memakai sarung.
Bahkan yang lebih ekstrim, menurut tetangga saya yang seorang pengawas Madrasah Ibtidaiyah, menghadiri rapat dinas yang resmi pun orang Madura tetap memakai sarung. Menurut mereka sarung merupakan cerminan budaya Islam. Hahaha….
Tapi maaf, kali ini saya bukan mau membahas peluang usaha sarung di Madura atau pun juga tentang rencana terjun ke dunia persarungan. Saya hanya akan membicarakan kebiasaan!
Di Madura, khususnya daerah pedesaan seperti wilayah yang saya tinggali sekarang ini, memakai sarung merupakan kebiasaan yang selalu dipakai. Kemana – mana masyarakatnya lebih nyaman menggunakan sarung dari pada memakai Levi’s atau pun sejenisnya.
Karena kebiasaan masyarakat inilah, saya yang sudah tinggal di sini kurang lebih 5 bulan ikut terseret arus sarungisasi. Hampir tiap habis shalat maghrib sarung selalu membungkus bagian bawah tubuh saya. Dan sarung itu terus saya pakai sampai subuh tiba. Dengan kata lain tidur pun saya masih setia dengan sarung.
Suatu kebiasaan yang tidak pernah saya lakukan saat masih tinggal di Surabaya. Memang kadangkala kita harus menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat. Selain ikut menghormati budaya itu kita juga bisa terlihat lebih Islami ^-^
Diposting oleh mickey di 10:00 PM 2 komentar
Wednesday, July 23, 2008
eksekusi?!
Hukuman mati terus menjadi kontroversi. Beberapa ada yang setuju, beberapa lainnya banyak juga yang dengan tegas menolaknya.
Secara pribadi saya juga bingung menentukan sikap. Satu sisi setuju, dengan catatan dilakukan sesuai hukum yang adil dan tidak memihak. Karena kemungkinan hukuman mati bakal memberikan efek jera. Sisi lain, bicara sebagai manusia, jelas hukuman mati tidak sesuai dengan kemanusiaan, karena tiap manusia punya hak untuk hidup. Yang menentukan hidup - mati seseorang bukanlah palu hakim ataupun grasi presiden. Ada Allah SWT yang lebih Maha dan berkuasa.
Lalu bagaimana kelanjutan hukuman mati di negara ini? Ini yang sulit dijawab, karena bangsa ini belum memiliki penegak hukum serta sistem peradilan yang baik. Hukum di Indonesia masih sering memihak. Terutama kepada kalangan "beruang". Bahkan ada ungkapan yang mengatakan, hukum di Indonesia ini hanyalah berlaku untuk orang - orang dari golongan grassroot yang kebanyakan kere.
Sumiarsih - Sugeng, merupakan contoh kecil kaum bawah yang harus meregang nyawa di pucuk senjata regu tembak Polri akibat hukum yang tidak jelas.
Melihat kasusnya, memang kita semua bakal mengatakan yang dilakukan ibu dan anak itu perbuatan biadap dan pantas untuk mendapat hukuman mati. Tapi pada proses peradilannya dua orang ini seperti menjadi permainan peradilan. Harus menjalani 20 tahun masa tahanan dulu sebelum akhirnya benar - benar di eksekusi.
Tentu ini ironi. Secara pribadi saya bukannya puas dengan proses itu, tapi malah kasihan melihat nasib kedunya. Harus menanggung hukuman penjara terlebih dahulu selama 20 tahun. Harusnya kalau memang putusan sudah ditetapkan secepatnya dilakukan eksekusi, bukan malah di biarkan terkatung - katung selama puluhan tahun.
Contoh kedua dari golongan atas, Tomi Suharto (anak mantan presiden Suharto) yang terlibat pembunuhan Hakim Agung Syaifuddin hanya di vonis 15 tahun penjara.Itupun kemudian mendapat pengurangan hukuman 10 tahun. Dan sekarang Tommy pun bebas melenggang. Padahal kalo melihat kasusnya jelas sangat berat. Bahkan pantas hukuman mati dijatuhkan, karena ini otak pembunuhan berencana. Apalagi korbannya hakim agung. Tapi lagi - lagi hukum di Indonesia jauh dari kata ADIL.
Kesimpulannya apa? Jangan dulu diberlakukan hukuman mati jika hukum dan peradilan di Indonesia tidak bisa ADIL!!! Hapuskan hukuman mati. Kaji kembali penerapannya jika hukum sudah benar - benar bisa tegak berdiri.
Diposting oleh mickey di 10:59 PM 3 komentar
pilah - pilih akhirnya nggak milih
Awalnya pada Pilgub Jatim (23/7/08) saya berjanji untuk mencoblos semua pasangan calon. Alasan saya waktu itu karena kasihan. Daripada saya memilih salah satu?! Karena perjuangan serta pengorbanan yang dilakukan semua kandidat sangat besar. Dan yang paling penting program – program yang ditawarkan sama – sama “bagus”.
Tapi pada pelaksanaanya kemarin saya mengingkarinya. Saya tidak mencoblos semuanya. Saya memilih tidak ke TPS sama sekali. Artinya jari kelingking saya masih bersih dari tinta KPU. Artinya lagi saya tidak menggunakan hak pilih untuk memilih.
Tapi jangan keburu men- jugde saya orang yang ingkar janji, yang nggak beda jauh sama kebanyakan pemimpin negeri ini. Saya melakukan itu karna alasan yang lebih bijak lagi. Daripada saya nyoblos semua calon yang ada tapi tidak masuk itungan KPU kan mending nggak memilih semua. Lebih adil kan?
Oke mungkin ada beberapa yang masih kurang setuju dengan pilihan ini. Tapi saya benar – benar tidak ingin menggunakan hak pilih karena intinya saya benar – benar tidak mengenal semua calon yang ada.
Tahu namanya aja baru – baru menjelang pemilu, setelah poster dan baliho – baliho yang memajang gambar cagub dipajang di hampir semua tempat keramaian. Lebih baik tidak memilih daripada salah milih. Bagaimana menurut Anda?
Diposting oleh mickey di 10:43 PM 1 komentar
Thursday, July 17, 2008
Siapa Cepat Dia Dapat !
Kamis siang (17/7/08)pas lagi leye2 dikamar sambil baca2 buku lama terdengar suara helikopter yang sangat dekat melintas tepat di atas rumah.
Semula saya tidak terlalu menghiraukan. "Ah paling2 juga pilotnya iseng pengen terbang pendek" atau juga "Pilotnya takut kali terbang terlalu tinggi. Tar kalo jatuh bisa fatal. Pilih aman mangkanya terbang rendah aja".
Tapi setelah 1 menit terdengar suara ribut2 di depan rumah. Banyak suara anak kecil dan sebagian orang tua yang teriak - teriak sepertinya sedang memperebutkan sesuatu.
Merasa terganggu, buku pun saya tutup. Bergegas keluar melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ternyata (kebetulan depan rumah lapangan) banyak orang memperebutkan sesuatu yang sepertinya sengaja dibuang dari udara. Saya perhatikan sekilas lembaran2 itu. Bentuknya segi empat, warnanya biru mirip uang 50ribuan.
Yang terlintas dipikiran, "Sepertinya ada bagi2 uang nih. Kudu buru2 berebut juga. Telat dikit pasti gak kebagian!"
Sebelum mengeluarkan jurus langkah seribu, tiba - tiba ada satu lembar yang jatuh tepat di depan saya. BEgitu saya ambil......Arrrrgggggghhhh.... ternyata hanyalah tipu muslihat sodara!
Lembaran yang diperebutkan orang kampung saya itu ternyata tidak lebih dari brosur2 kampanye salah satu calon gubernur yang sengaja di desain mirip uang 50 rb.
Ah, ada2 saja. Untung saya gk sampai berebutan juga. Coba kalo jadi?!!! Huakakakak....
Diposting oleh mickey di 10:28 PM 2 komentar
INGAT JANJI SAYA !!!!!!
23 Juli Masyarakat Jatim bakal memilih pemimpin barunya. 5 pasangan cagub - cawagub bakal bersaing memperebutkan kursi panas Jatim 1. Ada Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono yang mendapat nomor urut 1, Sutjipto-Ridwan Hisjam nomor urut 2, Soenarjo-Ali Maschan Moesa nomor 3, Acmadi-Suhartono nomor 4 dan Soekarwo-Saifullah Yusuf nomor 5.
Berbagai cara pun dilakukan untuk manarik hati calon pemilih. Mulai memasang baliho serta spanduk bergambar foto diri yang super gede di pinggir2 jalan utama, iklan media tiap hari sejak beberapa bulan lalu, kunjungan ke sejumlah tokoh masyarakat di tiap - tiap daerah tanpa kenal lelah. Semuanya dilakukan demi satu tujuan : "JATIM 1"
Saat memasuki masa kampanye terobosan - terobosan yang dilakukan pun semakin meningkat. Ada yang rela blusukan ke pasar tradisional yang serba becek bin bau. Ada yang sok tau ikut terjun berpanas - panas ria panen padi bersama petani. Padahal basic petani gk punya sama sekali. Tapi yang paling heboh tentunya saja perang janji!
Walau pun basi dan kebanyakan ujung - ujungnya juga dikhianati.
Mengatasnamakan rakyat. Demi kesejahteraan rakyat, kemakmuran masyarakat Jawa Timur. Mulai dengan pendidikan gratis, pengobatan gratis, pembangunan infrastruktur, dan masih banyak lagi janji yang sia - sia juga kalau saya tulis disini karna kalo kebanyakan juga bakal dilupakan.
"Pilih saya no bla bla bla kalau terpilih saya bakal menjadikan Jawa Timur bla bla bla...." Kurang lebih begitulah kata - kata sakti saat kampanye.
Untuk semua calon gubernur dan calon wakil gubernur Jatim, jangan kuatir, gk perlu anda teriak - teriak apalagi sampai memohon ;p.... SAYA PASTI MEMILIH ANDA SEMUA!
Lima - limanya bakal saya coblos. Saya bukan golput, saya bukan pengacau, tapi saya benar - benar tidak tega untuk memilih salah satu dari kalian. Perjuangan dan pengorbanan yang telah kalian lakukan untuk mempromosikan diri sangat besar. Harta, waktu, tenaga, pikiran semuanya habis tercurahkan.
Untuk itu, tanggal 23 Juli 2008 saya serukan kepada semua rakyat Jawa Timur untuk MEMILIH SEMUANYA! Kalau mendengar janjinya, semuanya bagus. Jadi jangan ragu, COBLOS SEMUANYA!!!
Diposting oleh mickey di 10:24 PM 0 komentar
Friday, November 30, 2007
lintingan mini 'n whiskey

Tulisan ini gak penting! Hanya pengisi waktu menunggu matahari pagi yang tak kunjung menampakkan diri. Jadi tolong kalo mau ngebaca jangan serius2 karna ini gak penting! Saran biar bisa menikmati: ambil sebotol whiskey, lalu minumlah dengan hati alias cobalah untuk menikmati. Nyalakan lintingan mini isep dalam2 kemudian kluarkan perlahan tanpa perlu pamer gigi! Nikmati...Rasakan semua yg mengalir dalam nadi...Sampai akhirnya terbang tinggi ke alam halusinasi dan melupakan membaca tulisan gak penting ini!!!
Diposting oleh mickey di 1:56 PM 0 komentar
Tuesday, November 20, 2007
kala cinta....
Cinta emang datangnya nggak pernah bisa diduga. Sangatlah misterius. Tiba - tiba aja semua terasa begitu indah. Dunia pun serasa milik berdua. Kemana - mana slalu bersama. Tiap saat slalu kirim sms ato telpon untuk sekedar bertanya, "beib, lg dmn?" ato "beib, lgi apa?", "beib, udah mandi?", etc. Pokoknya always suitt - suitt lah.
Empat tahun saya sendiri. Empat tahun saya merasakan "nggak nyamannya" hidup tanpa belaian wanita. Bahkan saking lamanya, jok sepeda motor pun melayangkan protes dan kecewa, "Masak slama jalan bareng nggak pernah dinaiki makhluk indah bernama wanita? Hujan kehujanan, panas kepanasan. Sebel aku!" Begitulah kiranya keluhannya. (Hehe... ya iyalah jok, masak hujan kepanasan, panas kehujanan? Nggak usah ngeluculah jok, lagi mau ngomong serius nih ^_^)
Empat tahun juga saya slalu mencoba mengejar cinta. Berusaha meraihnya. Mencoba mendekapnya. Tapi yang ada apa??!! Dasar cinta tak pernah ada logika! Dicari malah lari. Dikejar malah menghindar. Sampai saya pun putus asa dan pasrah. "Yach kalo pun Tuhan mentakdirkan untuk sendiri, saya akan terima. Yang penting be happy, always rock ' roll, dan yang penting lagi, jangan sampai bunuh diri," begitulah pikir saya.
Saking lamanya nggak pernah merasakan cumbuan mesra wanita, temen2 keparat banyak yang menganggap saya ubnormal. Mereka bilang, saya udah nggak bisa lagi merasakan nikmatnya jamahan wanita, udah nggak berhasrat lagi meraba bagian - bagian indah tubuh wanita, pokoknya dianggap mati rasa sama makhluk yang bernama wanita! Bahkan ada yang nyaranin, "Mending dikebiri aja. Trus langsung menjauh dari kepentingan dunia. Cari kebahagiaan akhirat yang hakiki!"
But, hey, i'm normal! Saya masih bisa merasakan desiran - desiran nafsu saat melihat sesuatu yang indah dari tubuh wanita. Saya masih slalu horny tiap mendapat ciuman lembut bibir wanita. Sering fuck by hand tiap nggak kuat membendung hasrat akibat keseringan mikirin keindahan lekuk wanita. Come on baby, don't judge the book by it's cover! Sendiri ini karna pilihan kok. (hehe...benernya nggak sih. Pembelaan aja, biar g dipojokin mulu)
Tapi tiba - tiba aja, saat saya udah memutuskan melupakan cinta. Menghentikan pencarian akan cinta, berusaha menjauh dari cinta, muncullah sosok makhluk yang pada endingnya berhasil memberikan cinta. Menjadikan saya kembali "remaja" dan membuat gairah slalu menggelora hehehe...
Makhluk itu bernama Devi XX (maap sensor soalnya lupa nama panjangnya. akan ditulis lengkap jika udah mendapatkan informasi akurat full namenya. sori beib hehehe...).
Still younger. Usia 20 tahun. Masih kuliah di salah satu perguruan tinggi yang pernah nolak saya. Kulitnya putih. Tinggi badan cukupan walau masih berada sedikit dibawah saya. Agak Ndutan. Dan sebagainya - dan sebagainya.
Sosok ini yang mampu melelehkan antipati saya terhadap wanita. Mampu membuat saya semakin sadar, "Oh ternyata wanita tuh emang indah".
Emang sih, blom lama saya kenal, masih berputar dalam hitungan hari. Masih banyak yang bilang, kurun waktu itu masih blom nemuin hal buruk dari relationship itu. Semua masih nampak indah.
Tapi saya sih yakin - yakin aja. Karna hanya dia slama kurun waktu empat tahun ini yang nggak membuat saya ilfil berada di dekat wanita. Hanya dia sosok yang baru saya kenal 2 minggu tapi udah membuat saya mempunyai keberanian untuk menyatakan cinta. Ini nggak pernah terjadi dalam hidup saya!
Bagi saya sih, yang penting jalanin dengan serius aja dulu. Nggak usah mikir terlalu jauh ke depan. Lakukan aja yang terbaik hari. Besok mah masih urusan Tuhan, nggak perlu sok sanggup mikirin itu.
Dan saya pun slalu berdoa dan memohon kepada Sang Pencipta, smoga perkenalan yang singkat ini bisa menjadi awal bertahannya rasa sampai slamanya. Untuk selalu bersama dalam suka dan nestapa. Sampai mengubur langkah dalam keabdaian nyata. Amin.
Tapi masih ada satu pertanyaan menyangkut masa depan hubungan ini yang blom terjawab sampai sekarang, "Beib kpn kamu lulus?"
Diposting oleh mickey di 8:10 AM 3 komentar
Tuesday, November 13, 2007
learning
Weittt...Masih berkaitan dengan proses. Barusan abis baca Jawa Pos. Ada berita tentang Roy Marten, artis papan atas Indonesia, yang kembali ketangkep gara-gara pesta narkoba di salah satu hotel bintang Surabaya!
Kaget juga sih awalnya. Apalagi kemarin sempat diberitakan Roy sangat gencar melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Mulai aktif ikut mengkampanyekan gerakan anti narkoba. Menabuh genderang perang melawan narkoba dan bla bla bla....
Tapi semuanya berubah begitu cepat. Kemarin sempat dicaci, lalu dipuji, tapi kemudian dicaci lagi.
Yach, beginilah proses hidup. Nggak pernah ada yang tahu. Bahkan artis sekelas Roy Marten pun nggak bakal nyangka polisi bakal mengendus (kembali) kegemarannya maen narkoba. Semuanya terasa begitu aneh. Seaneh sinetron yang kerap dibintanginya.
Buat bung Roy : Saya benar2 salut sama kemampuan akting Anda. Semua orang di buat terpedaya. Nggak hanya dilayar kaca aja. Dikehidupan nyata pun akting Anda begitu hebat. Sangat flamboyan ^___^
Diposting oleh mickey di 3:16 PM 1 komentar
pagi di kala sendiri
Hidup itu adalah sebuah proses. Yang mana dalam proses itu kita nggak bakal tau akan ke mana arahnya, dan juga seperti apa endingnya. Semuanya masih menjadi misteri. Misteri yang harus dijalani dan dicari.
Kemarin saya sempet menjadi manusia bodoh yang slalu mengkufuri nikmat serta karunia-Nya. Kemarin pun saya sempet menjadi manusia congkak yang slalu enggan menyembah kepada-Nya, enggan bersujud kepada-Nya. Masa bodoh dengan larangan-Nya. Bahkan kemarin pun saya sempet di ujung bimbang, haruskah saya mempercayai keberadaan-Nya. Nauzubillah...
Tapi sekarang semua berubah. Saya benar - benar merasakan keberadaan-Nya, kebesaran-Nya, serta karunia-Nya. Sekarang pun saya merasakan rasa yang begitu kuat untuk slalu menyembah kepada-Nya, bersujud ikhlas di hadapan-Nya. Saya pun enggan menjauh dari-Nya. Sangat menyesal dikala mulai meninggalkan perintah-Nya. Apalagi sampai mulai melakukan larangan-Nya. Baru sekarang pula saya merasakan nikmat dikala menyebut asma-Nya. Merasakan ketenangan saat berdzikir kepada-Nya. Semuanya terasa begitu indah.
Apakah ini yang dinamakan hidayah? Mungkin terlalu dini bahkan terlalu jauh untuk itu. Tapi kalo memang ini menjadi yang terbaik, saya memohon kepada Sang Maha Mengatur Hidup, Allah Azza wa Jalla, untuk slalu membimbing tiap jengkal langkah menuju jalan terang-Nya. Atau setidaknya, bisa terus membimbing saya untuk tetap berada di jalan-Nya. Tidak lagi meninggalkan perintah-Nya. Tidak lagi mendekati atau bahkan sampai melakukan larangan-Nya. Amienn...
Diposting oleh mickey di 2:24 PM 3 komentar
Tuesday, November 06, 2007
refleksi & intropeksi 24
Secara hitungan tanggal, hari ini usia saya tepat 24 tahun. Kalo ditelaah lebih jauh lagi, usia 24 bukanlah masa yang sebentar to do something. Yach, walaupun jg bukan waktu yang terlalu lama untuk nggak berbuat sesuatu juga ^__^.
Esok hari emang masih terasa jauh. Tapi hari ini terasa begitu lambat. Dan yang pasti lagi, hari lalu terasa sangat singkat. Ujug - ujug tanpa ajak - ajak tiba - tiba semua udah fayakun.
24! Jujur harus saya akui, belum banyak pencapaian yang saya peroleh. Ato kalo mau melakukan pengakuan yang lebih ekstrim lagi, saya belum pernah meraih titik pencapaian yang saya inginkan! Belum pernah!! Masih stay di tempat yg sama. Maju nggak, tapi mundur iya.
Pengin juga sih ngejalanin hidup yang lebih stabil. Yang lebih fokus mengejar tujuan. But, hey, it's my way! saya nggak perlu protes apalagi mengeluh untuk itu. Saya yakin Allah Sang Maha Sutradara slalu memberikan yang terbaek bagi kita. Mungkin aja slama ini sayanya yang kurang bersyukur. Kurang ikhlas. Kurang bisa mengerti arti hidup. Terlalu egois, idealis, apatis, jg opportunis -__-
Di usia yang udah mendekati seperempat abad ini saya ingin menjadi seorang yang lebih mandiri dari semuanya. Lebih dewasa dalam segalanya. Dan yang pasti lebih dekat dengan Sang Maha Mengatur Segala.
Jujur aja, selama 24 tahun diberi kesempatan menghirup dan merasakan nikmat serta karunia dunia, belum pernah sekalipun saya bersyukur yang benar-benar tulus kepada-Nya. Belum pernah sujud yang benar - benar khusuk hanya kepada-Nya.
Yang ada, Sang Pencipta hanya dijadikan pelarian di kala susah. Tempat bermunajat di kala gelisah. Begitu semua berganti bahagia, dengan mudahnya ditinggalkan. Tanpa permisi apalagi terimakasih. Begitu sombongnya saya.
Karena itulah sekarang saya ingin membuktikan diri. Demi diri sendiri, demi orang-orang terdekat, demi semua yang mendukung saya, demi kebahagiaan semuanya saya bertekad untuk berbuat lebih,lebih, dan lebih baek lagi. Basi? Biarlah.
Oiya, satu hal lagi yang pasti terlintas di setiap benak semua orang yang memasuki kisaran usia ini. Menikah!
Jujur dari lubuk hati terdalam saya juga ingin untuk segera menikah. Menjalani hidup baru yang bahagia dengan pasangan tercinta sampe akhir hanyat. Tapi saat ini saya merasa masih belum siap untuk itu. Walau kalo ditanya suka bingung juga ngejelasin belum siap apanya.
Yach, yang jelas problemnya sih pasangan yang akan diajak untuk ke arah sana masih belum ada. hehehe...
Okelah, kalau pun udah ada mungkin saya juga masih belum siap masuk ke gerbang sakral itu. Lalu apalagi masalahnya? Tauklah. Ehmm...Sepertinya sih berlindung pada ketidakcukupan materi dan ketidaksiapan mental! Hahaha...klise banget yach
Just let it flow. Nggak perlu lah kita menyesali hidup. Walau harus saya akui juga, masih banyak hal yang mau nggak mau saya sesali juga. Masih sering juga menyalahkan keadaan. Yach, smoga di 24 ini, tiap desah nafas selalu mendapat ridho-Nya Amienn...
Bagaimanapun masih banyak hal yang patut saya syukuri. Atas nikmat iman. Atas segala kemudahan. Perasaan bersalah yang selalu datang ketika melakukan dosa. Hikmah yang diperoleh dari setiap kejadian. Kesehatan (yang belum kujaga dengan baik). Akal yang senantiasa berpikir. Dapat merasakan keindahan hidup yang lebih dari sekedar menatap indah mentari pagi, dari sekedar merasakan angin sepoi yang berhembus, bahkan dari simfoni kemacetan lalu lintas. Atas hal-hal lain yang lupa saya sebutkan.
Terima kasih kepada orang tua, keluarga, teman-teman yang senantiasa berkenan memberi support tanpa kenal lelah. Selalu ada dikala susah. Rela dilupakan dikala senang ;p. Serta mau diajak bicara soal hal-hal ‘tidak penting’. Itu semua sangat berarti bagi saya.
Saat ini saya baru bisa mengerti. Saat ini saya baru memahami, kalian semua begitu berarti.
Special buat mama - papa :
Sorii...anakmu ini masih belum bisa memberikan apa - apa. Masih belum bisa menyumbangkan apa - apa. Doakan semoga ke depannya semua bisa berubah lebih baek. Trimakasih atas doa tulus yang tak pernah henti dalam setiap sembah sujudmu....Terimakasih semuanya
Diposting oleh mickey di 5:20 PM 1 komentar
Monday, November 05, 2007
Antara Aku, Kau, dan Suamimu
Nggak terasa seminggu lebih udah masa itu berlalu. Tapi jujur bayangannya masih nggak pernah bisa lepas dari ingatan.
Tiap hari slalu aja muncul. Pagi nongol, siang mencungul, malam pun masih sering cilukbaa dengan sejuta variannya.
Berbagai cara udah saya coba untuk bisa cepat melupakannya. Mulai yang maen 28 jam sehari. Internetan dari pagi sampe sore trus lanjut sore sampe pagi lagi. Nonton VCD dari mulai pilm lucu yang bikin ngakak sampe pilm horor yg bikin nangis. Nggak pulang rumah kalo nggak bener2 butuh makan. Pokoknya nyibukin diri bangetlah. Saking sibuknya nih ya cucian di rumah menggunung sampe nyaris nyentuh atap rumah.
Tapi herannya bayangan itu tetap aja hadir. Sampe bingung ngusirnya. Apa ini juga pertanda dia masih mengharapkan saya ya?! Suit suit...hehehe...
Masih terekam jelas dalam memori saat menghadiri resepsi pernikahannya 28 oktober lalu di kampung halaman Madura tercinta. Saat itu saya yang datang bersama temen - temen SMA dan SMP mencoba bersikap tegar. Berusaha untuk nggak keliatan sedih apalagi sampe harus ngeluarin mata air. Sekali tegar tetap tegang!!! Hehe..
Masuk area resepsi saya langsung pasang muka ceria lengkap dengan senyum mendaun. Dengan langkah tegap laksana ksatria BH saya terus melangkah tegap. Tapi tetep, disaku celana belakang sedia tissue kering satu bendel. Ya jaga – jagalah sapa tau mata air tiba – tiba nyembur keluar huekekek…
Berhubung kursi deretan depan full booked terpaksa saya ngalah dan milih duduk di deretan bangku belakang.
Agak kecewa juga sih benernya. Apalagi mempelai wanita kalo diliat dari bangku belakang yang keliatan kondenya doang. Trus yang cowok (benernya gak pengin banget liat mukanya ^__^) keliatan cuman topinya yang tinggi menjulang.
Untungnya masih ada kesempatan buat ngeliat mantan pujaan hati dari deket. Ini setelah mempelai berkesempatan ganti pakaian pengantin di ruang ganti. Informasi aja, adat kalo nikahan di Madura mempelai bisa ganti pakaian berkali-kali. Minimal tiga kali. Tapi kalo acaranya 24 jam bisa ganti sampe 12 kali hehe…
Ngeliat ada kesempatan emas, saya pun nggak menyia-nyiakan. Dengan bergegas saya mencari tempat duduk yang bersebelahan dengan jalannya mempelai ke ruang ganti.
Berbekal kamera poket pinjaman dari temen, saya pun siap mengabadikan wajah mantan terkasih tercinta. Begitu mempelai tiba disebelah saya tanpa ragu dan tanpa malu saya pun mulai menjepretkan kamera.
Yang bikin saya agak sebel, muka mempelai cowoknya cemberut terus, kayak kalah judi 1 M aja. Kayaknya dia gak seneng banget saya ambil gambarnya. Apa dia cemburu ya?! Soalnya yang paling sering saya ambil gambarnya emang mempelai wanitanya. Mempelai pria cuman buat intermezzo doang. Lagian buat apa juga saya ambil gambar mempelai pria?! Artis bukan. Orang terkenal juga nggak. Di taruh di dapur pun tikus – tikus belum tentu takut. Nggak guna banget kan?!! ^___^ (pisss)
Puas ngambil gambar mantan saya pun balik ke GTS (Gerombolan Teman Sekolah) yang masih asyik dengan obrolan mengenang masa-masa indah di sekolah doeloe.
Dan ternyata setelah acara resepsi usia, para GTS minta photo-photo di pelaminan. Tentunya dengan kedua mempelai. Benernya saya agak males juga sih. Bayangin aja : photo dipelamin dengan mantan kekasih yang masih lekat dihati. Ihh…sakit banget kan?!. Tapi demi GTS yang udah support penuh dari awal keberangkatan, ya udahlah saya relain hati ini kembali tersayat bahkan tercabik hehe…
Di session photo pelaminan itu mempelai cowok masih tetap aja cemberut. Gak ada senyum sama sekali. Behh, heran nih cowok. Harusnya tuh yang cemberut saya bukannya dikau yang tar malem udah bisa dapetin dia sepenuhnya. Atau juga mempelai cowoknya bingung ya tar malemnya kudu ngapain?! Wah tau gitu kemaren saya tawarin bantuan untuk malam pertama ^_______^
Di cemberutin terus dari awal bikin hati gak enak juga. Akhirnya saya pun mendatanginya dan ngucapin selamat sekaligus nitip pesen tolong jagain mempelai wanita baik-baik. Dan yang pasti lagi tolong jangan sakitin dia. Abis itu saya juga peluk tuh cowok. Bukannya ganti haluan jadi homo. Ya itung – itung demi brotherhood-lah. Nah baru setelah itu dia mulai bisa tersenyum. Bahkan senyumanannya makin lama makin lebar, lebar, dan akhirnya nggak bisa nutup lagi ;p
Semogalah pernikahan kalian bisa langgeng selamanya. Tanpa rintangan yang berarti Amien.
NB: Itu doa tulus orang yang pernah teraniaya wakakak…
Diposting oleh mickey di 8:34 PM 5 komentar
Wednesday, October 31, 2007
munajatku II
Ya, Allah, Yang Maha Cinta,
Pagi ini mataku terbuka.
Kusadari kini
Ruang dan waktu
Terasa damai
Bagi langkahku.
Embun pun datang
membasuh kalbu.
Gelap pun terang
menuntun sujudku.
Kulihat diri
Bara dan abu,
Pikir dan hati
Kini menyatu.
Ya, Allah, inilah munajatku:
"Setangkai airmata
Di atas sajadah
Guguran daun-daun jambu."
Kulihat diri
bagai api yang menyala,
Pikir dan hati
kini tlah bercahaya.
Langit yang tenang
laksana fajar sukmaku.
Elang yang terbang
gambaran ragaku.
Samudera biru
Makna adaku,
Ombak menderu
Inilah wujudku.
Ya, Allah, Yang Maha Cinta,
Pagi ini
Aku hidup dalam belaian Cinta!
Diposting oleh mickey di 3:37 PM 1 komentar
Munajatku I
Ya, Allah Yang Maha Nyata,
Malam ini: mataku terbuka.
Kusadari kini
Ruang dan waktu
Terasa sepi
Bagi langkahku.
Ada bayang memanjang
ada terang menghilang.
Kegelapan menantang
mencari bintang-bintang.
Kulihat diri
Pecah tak menentu,
Pikir dan hati
Tak lagi bersatu.
"Apakah kita
Masih Percaya
Cinta?"
Kulihat diri
Kecewa dan jemu,
Pikir dan hati
tak lagi bersatu.
Hidup pun menjadi haru
tak ada lagi gembira
yang ada tinggallah luka
Kusadari kini
Aku harus berlari
Mencari
Makna diri!
Diposting oleh mickey di 3:29 PM 0 komentar
Tuesday, October 30, 2007
Kasih

by : Boomerang
Kutahu hatimu dan hatiku
Saling mencinta dan menyayangi
Hari-hari indah kita lalui bersama
Dan tak terduga kisah yang sedih
Melanda cinta kita berdua
Kasih sepertinya aku tak tahan
Untuk lepaskan kepergianmu
Bila cinta kita berakhir sampai disini
Teringat akan sebuah janji
Untuk tak kan pernah berpisah
Tapi itu hanya janji-janji percuma
Aku sadari yang tlah terjadi
Kau tinggalkan aku sendiri
Sendiri .. Kuharus sendiri
Tanpa belaian mesra kasihmu
Kalau saja masih ada cinta...hatimu...
Kembalilah kasih padaku
Aku kan bersabar menanti
Diposting oleh mickey di 5:43 PM 0 komentar
Sunday, September 30, 2007
Kabar dari Sebrang!
Ternyata melupakan bukanlah suatu hal yang mudah. Terlebih hal yang akan dilupakan sangatlah membekas di relung hati terdalam. Pastilah butuh waktu dan pengorbanan besar ;p. Seperti yang saya alami beberapa hari belakangan.
Ceritanya berawal dari sms teman yang kasih kabar kalo “satu – satunya” mantan pacar saya yg berisinial “M” bakal married 28 Oktober besok.
Aseli, kabar itu tiba – tiba aja membuat saya teringat akan sosoknya yang selalu ceria dan penuh tawa. Tiba - tiba aja berjuta kenangan indah yang pernah kita rajut bersama kembali hadir menghiasi memori otak yang memang lagi kosong. Semua terasa begitu indah.
Bukan, bukan saya nggak rela melepasnya. Saya juga nggak cemburu. Tapi apa yach?!! Bingung ngomongnya. Intinya tuh saya masih agak berat ngelepas dia hehe...
Padahal sebelum dapat kabar “bahagia” itu saya nggak pernah memikirkannya. Mengingat kenangan indah bersamanya pun udah nggak pernah lagi. Apalagi berharap untuk kembali memilikinya. Nggak banget. Intinya saya benar – benar sukses melupakannya. Yess!!!!
Tapi kabar itu membalikkan semuanya. Saya jadi bingung, benernya saya masih cinta nggak ya sama dia? Kalo pun saya masih cinta mustahil juga saya bisa mendapatkannya. Yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah berusaha mengikhlaskannya. Nggak perlu menyesali semuanya “Toh, wanita di dunia ini nggak hanya dia!!!”
Ya, tapi mencari lagi yang seperti dia rasanya bukan suatu hal yang mudah. Huaaaa......
Diposting oleh mickey di 10:42 AM 2 komentar
Tuesday, July 03, 2007
Bisa karna biasa
Pekerjaan seberat apa pun kalau dikerjakan dengan sungguh - sungguh, akhirnya bakal selesai juga. Bener kata orang, di dunia ini nggak ada yang mustahil dan everything is possible!
Dulu saat masih kerja di jawa pos, ngerjakan naskah otomotif bukanlah suatu hal yang susah. Tinggal liat foto, pahami bentar karakter motor, wawancara pemilik motor, abis itu langsung bla bla bla....jadilah naskah.
Nggak butuh waktu lama. Paling lama 45 menit untuk satu naskah. Bahkan kalau lagi on'de mood 20 menit udah jadi. Mudah dan cepat!
Tapi sekarang, setelah dua tahun vakum dari kegiatan tulis menulis, merangkai kata untuk menjadi sebuah naskah sangatlah berat dan membingungkan. Apalagi harus menyelesaikan naskah modifikasi Harley Davidson. Ampunnn...
Seperti kemarin, untuk nyelesain satu naskah modfikasi H-D butuh waktu berhari - hari. Saya ngerasa nggak pede buat memulai. Sumpah bingung banget. Harus nulis mulai dari mana?? Tanyanya gimana ya? Ntar tulisannya bagus nggak ya? Pertanyaan - pertanyaan sialan itu selalu datang dan menghambat semuanya.
Untung aja, deadline yang udah lewat dan terus - menerus ditagih editor membuat saya mau nggak harus menyelesaikan tugas itu.
Dan ternyata setelah saya coba, semuanya baek2 aja. Ketakutan - ketakutan selama ini tidak sepenuhnya terbukti. Walaupun untuk ngerjakan itu, waktunya agak lama tapi setidaknya saya masih bisa.
Masalah bagus atau nggak itu cuma masalah waktu. Tinggal gimana caranya bisa cepat turn on dengan "dunia baru" ini.
Pepatah bilang, ala bisa karna biasa. Dan saya merasa nggak bisa karna selama ini tidak terbiasa.
Diposting oleh mickey di 3:42 AM 0 komentar
Tuesday, May 15, 2007
Jakarta Kota Srigala!!!
"Dapetin cewek di Jakarta tuh gampang banget boi. Mau yg cakep, body montok, anak tunggal, kaya, orang tua tinggal "nunggu panggilan", guampang puoll. Gak ada susahnya. Yang penting punya tampang lumayan, pinter nge-gombal dikit aja udah aman. Yang susah tuh justru dapetin tempat makan murah, enak, dan (porsi) banyak. Ada pun 1000 : 1. Susah banget. Kalah jauhlah kalo dibandingin sama Madura," seloroh temen kampung yg baru balik dari ibu kota.
Bisa dibayangkan betapa tidak bersahabatnya ibu kota negara tercinta ini kalo udah nyangkut urusan perut. Semua serba perhitungan. Begitu mahal dan kadang kurang masuk akal.
2 minggu lalu, sepupu saya sempat merasakan langsung ganasnya kota yg dulu dikenal dengan sebutan Sunda Kelapa itu. Untuk makan sekelas Indomie goreng tanpa telor aja dia harus rela merogoh kocek sebesar 4500. Padahal kalo di Surabaya, makanan jenis itu di hargai gak lebih dari 2 rebu. Malah ada yg ngasih badrol cuman 1500. Sangat bersahabat.
Kabar dari teman yg lagi mengadu nasib di Jakarta menyebutkan, dengan duit 5 rebu perak, jangan harap bisa dapet makan paha ayam, apalagi sampai merasakan nikmatnya ikan cumi pedes atau juga Gurami bakar. Karena duit segitu cuman cukup buat makan nasi telor. Ya, T-E-L-O-R, dibaca Telor!! Bergizi sih bergizi, tapi kalo dihajar telor tiap hari bisa "udunen" boi.
TRus kalo pengin ngerasain dada ayam gimana?! Ya harus rela ngeluarin duit tambahan sekurang - kurangnya 3 rebu perak lagi. Tak ada duit tambahan, berarti harus rela nyantap 2 varian menu Telor. Tinggal pilih CEPLOK atau DADAR?!! Ondemande!
Jakarta...tak pantas kau di sebut IBU KOTA...Karena Ibu takkan pernah tega berbuat nista dan hina...Apalagi sampai harus itung2an urusan perut!! Oh, Jakarta.....
Diposting oleh mickey di 12:32 PM 0 komentar
Tuesday, May 08, 2007
Wanita Gila di dunia Gila
"Suamimu kan angkatan laut nih. Tentu sering layar dong?! Kalo suatu saat, saking lamanya layar dan gak ketemu kamu, tiba2 aja dia nyoba "maen" sama perempuan lain untuk nyalurin hasrat terpendamnya, gmn prasaanmu?" tanya saya iseng ke seorang teman kampus yg punya wajah dan body kategori A saat lagi nyante nunggu dosen. Kebetulan suaminya anggota AL (Angkatan Laknat ;p) dan masih sering berlayar.
"Aku sih gak masalah mik. Aku maklum banget kok. Aku sadar, walaupun enak, tapi kalo dikasih makan pizza terus tiap hari lama2 juga bakal bosen. Sekali - kali harus nyoba pecel, rawon, soto. Aku pun juga gitu, pengin jugalah suatu saat nyoba rawon atau soto. Selama gak dilakuin didepanku sih gak masalah," ucapnya santai.
Wow,,,enak bener jadi suaminya. Udah dapet istri cakep, montok, sangat pengertian lagi. Ah, sorga dunia benar - benar teraih dengan sempurna.
Tapi disini saya gak mau ngebahas soal soto, pecel, apalagi rawon. Biarlah bakulnya yg ngurusin sendiri. Toh ikut ngurusin juga gak bakal dapet gratisan.
Saya cuman ingin tegaskan disini, ternyata gak hanya pria yg sering berpikiran "gila", wanita juga banyak yg lebih "gila". Bahkan jauh, jauh, lebih GILA!!!
Diposting oleh mickey di 11:20 PM 2 komentar
Saturday, May 05, 2007
dilema masa muda
"Le, tar lagi abis lulus SMA, penginnya miki kuliah apa mondok?" Begitu pertanyaan nyokap sesaat setelah EBTANAS (kalo skrg Unas) SMA. Itu terjadi sekitar 5-6 tahun lalu.
Heran juga sih denger pertanyaan seperti itu. Masak anak model saya ditawarin mondok?!! Jauh bangetlah. Bisa, bisa pak kyiainya malah ikutan rock 'n roll every day, gak jadi ngajarin ngaji ;p
Akhirnya, pilihan pun dijatuhkan, "Miki pilih kuliah ma!" dengan mantapnya kala itu saya menjawab. Palu kesepakatan pun di ketok, "Deall!!!"
Seiring berlarinya waktu, saya merasa pilihan yang saya pilih beberapa tahun lalu itu bukanlah best choice. Lima tahun di kampus nggak pernah ada ilmu akademik yg nyatol ke otak. Dengan mudahnya memuai begitu aja. Seperti kentut yang dikeluarkan di ruangan terbuka. Hilang dengan gampanya. Begitu mudah, begitu cepat.
Sampai meraih gelar S-1 pun, saya masih nggak "ngeh" sama bidang yg saya pelajari selama bertahun-tahun tadi. Jangankan untuk bikin laporan keuangan, ditanya masalah jurnal yg basic banget dijurusan accounting aja belom tentu saya bisa jawab.
Padahal untuk bertahan disana sangat banyak yg harus dikorbankan. Mulai dari rupiah, waktu, sampai pikiran. Tapi semua sia - sia. Raihan gelar sarjana hanya pelengkap sempurnanya sandiwara. Fuih, 75 + 25. Cepe deh...
Seandainya 5-6 tahun lalu saya tidak memilih keduanya. Seandainya saya justru menjatuhkan pilihan untuk langsung kerja atau setidaknya mulai belajar wirausaha, mungkin ceritanya akan lain. Bisa saja saat ini saya sudah menjadi pengusaha sukses walaupun untuk tingkat kabupaten. Karena lima tahun bukanlah waktu yg sebentar. Lima tahun bakal memberikan pengalaman berharga kalo emang DIMANFAATKAN bener2. Gak dibuang percuma seperti selama ini.
Pendidikan bisa dilanjutkan kapan saja. Toh, belajar gak pernah mengenal batasan usia. Bisa umur 20-an, 30-an, 50-an, 80-an, atau bahkan umur 100 pun masih bisa. Dengan catatan Tuhan masih memberikan umur panjang ;p
Daripada harus langsung kuliah, tapi tiba2 ditengah jalan semangat yg dulunya membara mendadak dangdut alias goyang. Semua akan menjadi sia - sia khan?! Apalagi sistem sistem pendidikan di indonesia totally is bullshit!! Sarat intrik bahkan sering kesusupan politik. Anjingggggggg...
Ini bukan keluh - kesah ato menyesali keadaan. Hanya sekedar refresh sejenak kesalahan masa lalu. Semoga tidak terjadi di masa datang, Amien...
Diposting oleh mickey di 2:34 PM 4 komentar
