Saturday, May 05, 2007

dilema masa muda

"Le, tar lagi abis lulus SMA, penginnya miki kuliah apa mondok?" Begitu pertanyaan nyokap sesaat setelah EBTANAS (kalo skrg Unas) SMA. Itu terjadi sekitar 5-6 tahun lalu.

Heran juga sih denger pertanyaan seperti itu. Masak anak model saya ditawarin mondok?!! Jauh bangetlah. Bisa, bisa pak kyiainya malah ikutan rock 'n roll every day, gak jadi ngajarin ngaji ;p

Akhirnya, pilihan pun dijatuhkan, "Miki pilih kuliah ma!" dengan mantapnya kala itu saya menjawab. Palu kesepakatan pun di ketok, "Deall!!!"

Seiring berlarinya waktu, saya merasa pilihan yang saya pilih beberapa tahun lalu itu bukanlah best choice. Lima tahun di kampus nggak pernah ada ilmu akademik yg nyatol ke otak. Dengan mudahnya memuai begitu aja. Seperti kentut yang dikeluarkan di ruangan terbuka. Hilang dengan gampanya. Begitu mudah, begitu cepat.

Sampai meraih gelar S-1 pun, saya masih nggak "ngeh" sama bidang yg saya pelajari selama bertahun-tahun tadi. Jangankan untuk bikin laporan keuangan, ditanya masalah jurnal yg basic banget dijurusan accounting aja belom tentu saya bisa jawab.

Padahal untuk bertahan disana sangat banyak yg harus dikorbankan. Mulai dari rupiah, waktu, sampai pikiran. Tapi semua sia - sia. Raihan gelar sarjana hanya pelengkap sempurnanya sandiwara. Fuih, 75 + 25. Cepe deh...

Seandainya 5-6 tahun lalu saya tidak memilih keduanya. Seandainya saya justru menjatuhkan pilihan untuk langsung kerja atau setidaknya mulai belajar wirausaha, mungkin ceritanya akan lain. Bisa saja saat ini saya sudah menjadi pengusaha sukses walaupun untuk tingkat kabupaten. Karena lima tahun bukanlah waktu yg sebentar. Lima tahun bakal memberikan pengalaman berharga kalo emang DIMANFAATKAN bener2. Gak dibuang percuma seperti selama ini.

Pendidikan bisa dilanjutkan kapan saja. Toh, belajar gak pernah mengenal batasan usia. Bisa umur 20-an, 30-an, 50-an, 80-an, atau bahkan umur 100 pun masih bisa. Dengan catatan Tuhan masih memberikan umur panjang ;p

Daripada harus langsung kuliah, tapi tiba2 ditengah jalan semangat yg dulunya membara mendadak dangdut alias goyang. Semua akan menjadi sia - sia khan?! Apalagi sistem sistem pendidikan di indonesia totally is bullshit!! Sarat intrik bahkan sering kesusupan politik. Anjingggggggg...

Ini bukan keluh - kesah ato menyesali keadaan. Hanya sekedar refresh sejenak kesalahan masa lalu. Semoga tidak terjadi di masa datang, Amien...

4 komentar:

awan asmara said...

Memang kalo intelejensia setingkat amoeba ya gini ini. Udah lulus masih aja nggak nyadar apa-apa...he he he

Anonymous said...

Setuju, es. Klo menyesali keadaan itu tiada guna. LEbih baik kita mikirin ke depan saja. Wah, berarti kowe sangar saiki. Udah siap (mungkin... dan harusnya sudah) menata rencana masa depan, dunks.... Lhek sukses ojok lali koncomu iki, lho....

dhi

visit me at: dinipimpy.multiply.com

mickey said...

one :
gak po2 boi,,amoeba juga ciptaan Tuhan...tar lagi amoeba akan mulai bergerak menguasai dunia huakakakak....

dhi :
mantap din....harus siap!!!
orang yg sukses adlh org yg optimis dg kesuksesan...
gak bakal lupa temen pokoknya kalo sukses....Teman bakal selamanya jadi teman...
tapine kpn aku bisa sukses yo???!!!
mugo2 cepet
doakan saya yaaaa....;p

Anonymous said...

Capek deh mikirin si "Lalu"