Tuesday, May 02, 2006

Hasrat vs Realita


190406

Gunung Merapi (2914 meter) hingga saat ini masih dianggap sebagai gunung berapi aktif dan paling berbahaya di Indonesia, namun menawarkan panorama dan atraksi alam yang indah dan menakjubkan. Secara geografis terletak di perbatasan Kabupaten Sleman (DIY), Kabupaten Magelang (Jateng), Kabupaten Boyolali (Jateng) dan Kabupaten Klaten (Jateng). Berjarak 30 Km ke arah utara Kota Yogyakarta, 27 Km ke arah Timur dari Kota Magelang, 20 Km ke arah barat dari Kota Boyolali dan 25 Km ke arah utara dari Kota Klaten.

Meletus lebih dari 37 kali, terbesar pada tahun 1972 yang menewaskan 3000 jiwa. Terakhir meletus pada Selasa Kliwon tanggal 22 November 1994, dengan korban tewas lebih dari 50 orang.

Dan beberapa hari belakangan, (lagi-lagi) Merapi dikabarkan bakal segera memuntahkan lahar panasnya.
Nggak bisa ngebayangin seandainya gunung itu benar-benar meletus. Bukan hanya penduduk setempat yg menjadi korban, tapi juga para pecinta gunung (baca:pendaki). Tak terkecuali aku.

Ya, keinginan yg lama terpendam untuk bisa menaklukan puncak Merapi harus kembali tertunda dalam batas waktu yg mungkin cukup lama.

Sejujurnya, rencana menaklukan gunung itu selalu mampir dikepala, terutama saat birahi mendaki mulai bergelora. Tapi sayang kendala lebih besar dari keinginan. Keinginanan tinggallah asa yg tak kunjung tercapai. Kesibukan harian yg tidak bisa ditunda sampai keterbatasan dana yg memang sangat cekak selalu menunda keberangkatan.

Aku juga heran dan nggak tahu, kenapa keinginan sampai ke Merapi begitu menggebu. Apalagi kalo sudah mendengar cerita teman yg pernah berangkat ke sana. Tentang keindahan panoramanya, jalanan sertu (pasir-batu) menuju puncak. Semua begitu menggoda dan menantang.

Ingin rasanya menatap sunrise dari atas puncak Merapi. Bertahan dalam dingin kabut pagi yg menyelimuti sembari menikmati secangkir kopsus (baca:kopi susu). Sungguh suasana damai yg mahal harganya.

Tadi pagi saat baca Jawa Pos, ada berita yg mengabarkan status siaga I belum berubah. Ini menyusul aktivitas Merapi yg terus menunjukan tanda-tanda peningkatan. Rekahan tanah puncak telah mencapai panjang 4,9 meter. Ini berarti bertambah 12 centimeter tiap harinya. Sempat terjadi guguran material. Kubah lava terus mendesak naik menuntut untuk segera dimutahkan.

Sebuah berita yg sangat meresahkan. Walau kemungkinannya sangat kecil, aku tetap berharap Merapi nggak jadi meletus! Akan berapa nyawa lagi yang bakal "kau" jadikan tumbal?!

0 komentar: